Hewanlangka adalah hewan yang memiliki spesies yang berisiko punah, baik Endemik Kepulauan Mentawai ini berpopulasi 6.000--15.500 ekor (2006). (9) Kanguru pohon mantel emas endemik Papua. Populasinya tidak tercatat. - Berikut ini adalah daftar binatang dari kelas amphibia yang paling langka di Indonesia berdasarkan jumlah spesies
FloraIndonesia mencerminkan percampuran spesies Asia, Australia, dan tumbuhan endemik. Hal ini disebabkan letak geografis Indonesia yang terletak di antara dua benua. Kepulauan Indonesia terdiri dari berbagai wilayah mulai dari hutan hujan tropis dataran rendah utara dan hutan musiman dataran rendah selatan melalui perbukitan dan vegetasi
Berikutini bukan merupakan unsur - unsur wawasan nusantara adalah .. answer choices wadah isi tata laku peraturan wadah dengan isi 2. Multiple-choice 2 minutes Q. Arah pandangan wawasan nusantara adalah menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun social.
Daerahyang terluas adalah Irian Jaya, menyusul Maluku, Sulawesi, Riau, Kalimantan, Kepulauan Mentawai, dan daerah lainnya. Perkiraan luas areal tanaman sagu di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1. Luas areal sagu adalah 850.000 hektar dengan potensi produksi lestari 5 juta ton pati sagu 4 kering per tahun.
Pohonini pun memiliki masa hidup yang panjang, yaitu hingga lebih dari 1.000 tahun. 2. Pohon Darah Naga Pohon darah naga. Sumber: Toptenz.net. Pohon darah naga (Dracaena Cinnabari) adalah tumbuhan endemik kepulauan Socotra di Yamana. Pohon yang pertama kali dideskripsikan oleh Isaac Bayley Balfour tahun 1882 ini berbentuk payung dengan
Daripaparan yang didapatkan dalam acara "Mari Cerita Papua" dari Econusa, berikut tujuh jenis burung cenderawasih endemik Indonesia yang khas serta unik. 1. Cenderawasih Gagak (Lycocorax pyrrhopterus) Burung cenderawasih jenis ini mirip gagak berukuran sedang dengan panjang sekitar 34 cm. Bulunya gelap, lembut seperti sutera, dan paruhnya hitam.
bZM44Z. Jakarta - Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati Rika Anggraini mengatakan peringatan Hari Primata Indonesia setiap 30 Januari dilatarbelakangi dengan keprihatinan terhadap kondisi primata di Rika, istilah tak kenal maka tak sayang juga berlaku pada pelestarian satwa di Indonesia, termasuk primata. Banyak primata yang merupakan satwa endemik alias hanya terdapat di ini diketahui 59 spesies dari 11 genus satwa primata mendiami berbagai tipe habitat alaminya Roos et al. 2014. Jumlah tersebut termasuk jenis primata yang dilindungi dan endemik. Indonesia memiliki 12 persen dari total satwa di dunia, di mana jumlah spesies primata di Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brasil dan beberapa fakta terkait primata satwa primata IndonesiaJenis primata yang tertinggi di Indonesia berasal dari genus Presbytis Surili sebanyak 15 spesies, disusul Macaca Makaka 10 spesies, Tarsius Tarsius 9 spesies, Hylobates Owa 8 spesies dan genus Nycticebus Kukang 6 spesies Roos et al. 2014; b. IUCN, 2018. Surili di Indonesia tersebar di Pulau Sumatra di mana di setiap wilayah hanya ditemukan satu spesies saja. Berbeda dengan Pulau Kalimantan, Surili ditemukan hidup tumpang tindih dengan Presbytis yang lain. Perbedaan ini kemungkinan karena di Sumatra komponen penyusun habitat terutama pohon pakan lebih beragam dibandingkan di Pulau Primata di IndonesiaPrimata di Indonesia tersebar di empat pulau besar, yaitu Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, dengan jumlah spesies masingâmasing, yaitu Sumatra 24 spesies, termasuk satwa primata Kepulauan Mentawai 4 spesies satwa primata yang endemik. Kalimantan 14 spesies, Sulawesi 16 spesies, sedangkan Jawa dan Bali hanya 5 spesies Ross et al. 2014. Di Pulau Papua dan Kepulauan Maluku tidak ditemukan jenis satwa primata. Terisolasinya pulau-pulau di Nusantara menyebabkan banyak jenis satwa primata Indonesia menjadi satwa primata endemik. Satwa primata yang ada saat ini diyakini sebagai hasil evolusi dari satwa primata zaman dahulu, yang berasal dari satu benua yang dikenal dengan Pangea Konservasi Primata IndonesiaIndonesia memiliki satwa 59 spesies primata, namun keberadaan mereka sangat mengkhawatirkan. Sebagian besar spesies satwa primata Indonesia oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources IUCN berstatus kritis, terancam dan rentan. Sementara CITES Convention on International Trade in Endangered Spesies of Wild Fauna and Flora menetapkan status primata Indonesia Apendix I dan Apendix II. Indonesia belum memperlakukan primata sebagai sumber daya alam untuk kepentingan pembangunan nasional Penyebar BenihKebanyakan primata adalah pemakan buah dan daun. Hal ini membuat primata sebagai penyebar benih yang sangat aktif. Hutan dan primata memberikan dampak ekologis satu sama lainnya. Kelestarian hutan membuat pasokan makanan primata terjaga. Dan sebaliknya, aktivitas menyebar benih primata membuat hutan tetap Hama dan Penjaga Keseimbangan EkosistemPrimata merupakan pengendali hama yang baik. Tak seperti kebanyakan dengan primata yang lain, tarsius dan kukang merupakan pemakan serangga. Di sisi lain, beberapa primata seperti surili merupakan mangsa dari macan tutul. Kelimpahan primata di hutan, menghindari macan tutul dan spesies kucing besar lain untuk memangsa ternak tarik wisata minat khususPrimata dapat menjadi daya tarik wisata minat khusus baik bagi turis domestik maupun manca negara. Sebaran primata yang berada di empat pulau besar, seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi membuat potensi wisata minat khusus primata di Indonesia begitu besar. Belum lagi spesiesnya yang beragam, dipadu dengan kondisi alam yang indah dan budaya lokal yang khas. Selain dapat menambah penghasilan masyarakat lokal, wisata minat khusus dapat mendorong target penerimaan pendapatan daerah dan nasional dengan bertambahnya pengeluaran dan lama tinggal turis di Primata, Kehati Suarakan Keprihatinan Kondisi Primata di Indonesia Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari di kanal Telegram â Updateâ. Klik untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
Hewan endemik adalah hewan atau kelompok fauna yang mendiami suatu kawasan tertentu dalam kurun waktu yang sangat lama dan bahkan biasanya tidak ditemukan jenis spesies yang sama di daerah dunia ini terdapat beberapa kawasan atau pulau yang didiami oleh hewan endemik di dalamnya. Biasanya pulau atau kawasan endemik tersebut dilindungi oleh pemerintah lima pulau atau kawasan di dunia yang memiliki hewan endemik di dalamnya, pulau apa saja ya?1. MadagaskarUnsplash/Juan Camilo GuarinApa yang terkenal di negara-pulau Madagaskar? Ya, negeri indah berpenduduk 26 juta jiwa ini memiliki hewan endemik yang dilindungi, yakni lemur. Namun sayangnya hewan primata ini dinyatakan sebagai salah satu spesies yang hampir punah, seperti ditulis dalam satu penyebab turunnya populasi lemur di Madagaskar adalah meluasnya penambangan-penambangan ilegal. Belum lagi maraknya kasus perburuan terhadap primata lucu tersebut, membuat populasi lemur menurun drastis dari tahun ke habitat alam liar di Madagaskar bukan hanya mengancam keberadaan lemur, melainkan hewan-hewan lainnya di Madagaskar. Itulah sebabnya lemur dimasukkan sebagai hewan yang dilindungi, dengan harapan keberadaan lemur sebagai hewan endemik dapat diselamatkan dari merupakan kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik. Kepulauan Galapagos merupakan kawasan yang memiliki beberapa gunung berapi yang masih aktif, dan tentu saja Galapagos juga memiliki banyak hewan endemik di yang memiliki 13 pulau ini juga terkenal karena pernah dijadikan kawasan penelitian oleh Charles Darwin, pencetus teori evolusi. Salah satu hewan endemik Galapagos adalah iguana laut, di mana spesies ini tidak ditemukan di wilayah lain, seperti ditulis dalam hewan asli Galapagos juga ada di sini, yakni singa laut Galapagos, kadal lava, beberapa jenis spesies iguana, penguin Galapagos, elang Galapagos, dan burung pecuk cormorant yang tidak bisa terbang. Baca Juga 5 Spot Snorkeling di Pulau Komodo yang Hadirkan Pesona Memukau 3. Pulau Luzon di memiliki banyak hewan endemik seperti mamalia dan unggas. Salah satu pulau di negara Filipina yang menyimpan banyak hewan endemik adalah pulau Luzon. Burung-burung yang unik dan langka asli Filipina mayoritas terdapat di pulau Luzon, Mindanau, Samar, dan satu hewan endemik yang terkenal dari Filipina adalah bubo, sejenis burung hantu mirip elang yang berukuran besar dan hanya bisa ditemukan di pulau-pulau yang ada di negara berpenduduk 100 juta jiwa Pulau Christmas, Christmas merupakan pulau dalam teritorial negara Australia. Sebagian besar pulau ini terdiri dari hutan tropis, seperti ditulis dalam Living National Treasures. Beberapa spesies yang telah punah di pulau ini adalah spesies tikus asli Australia, yakni tikus bulldog. Saat ini ada beberapa spesies hewan endemik yang masih bisa bertahan di pulau Christmas, di antaranya spesies burung hantu pulau Christmas, reptil, ikan Australia, dan tentu yang paling terkenal adalah kepiting kepiting merah sangat terkenal di dunia karena migrasi di musim kawin yang melibatkan jutaan ekor kepiting setiap tahunnya. 5. Pulau Komodo, juga memiliki pulau terkenal yang di dalamnya terdapat hewan endemik, yakni pulau Komodo. Kepuluan yang terletak di kepulauan Nusa Tenggara ini merupakan kawasan yang menjadi habitan asli bagi komodo, spesies kadal besar yang tak akan ditemukan di tempat lain di dapat hidup dan berkembang biak dengan baik di pulau ini. Dan bukan hanya komodo, beberapa spesies lainnya juga ada di pulau berpenduduk sekitar 2000 jiwa ini. Pulau Komodo juga masuk dalam situs warisan dunia UNESCO pada 1991 lima pulau unik di dunia yang di dalamnya terdapat spesies endemik. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu di bidang fauna, ya! Baca Juga 10 Fakta Unik Aoshima, Pulau Kucing di Jepang yang Gemesin Banget! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Jakarta - Terdapat anggapan bahwa manusia adalah satu-satunya spesies yang menguburkan sesamanya yang meninggal. Namun, anggapan ini kemungkinan dipatahkan oleh sebuah penemuan baru mengenai Homo penelitian pracetak yang diterbitkan dalam jurnal eLife pada 5 Juni lalu menunjukkan bahwa Homo naledi diperkirakan mengubur sesamanya yang meninggal dan mengukir simbol di dinding gua. Ini menunjukkan bahwa sepupu manusia itu mampu melakukan kegiatan kompleks, meski otaknya ini memang belum mendapatkan peer-review, tetapi sejumlah peneliti percaya bahwa memang dibutuhkan analisis lebih lanjut untuk membuktikan ulang fakta-fakta evolusi cara berpikir kompleks jika Homo naledi memang benar mampu melakukan penguburan dengan cara yang kompleks, kepercayaan bahwa manusia adalah satu-satunya spesies yang mengubur sesamanya otomatis Kecil Homo nalediOtak Homo naledi kira-kira hanya berukuran sepertiga otak manusia. Sebelumnya, para ilmuwan percaya bahwa kapasitas mental di balik penguburan, membuat tanda, dan berbagai kegiatan kompleks bersifat kultural membutuhkan otak yang lebih besar."Bukan perkara seberapa besar ukuran otaknya. Intinya adalah bagaimana menggunakan otak itu dan digunakan untuk apa," kata salah satu peneliti, John Hawks dari University of Wisconsin-Madison dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Popular naledi memiliki kerangka tubuh yang kecil. Para arkeolog memperkirakan bahwa rata-rata Homo naledi memiliki berat tubuh kurang dari 41 kilogram dengan tinggi rata-rata kurang dari 152 Homo naledi yang kecil membuat mereka mudah memasuki jalan-jalan sempit di lorong-lorong gua tersebut. Bahkan, beberapa labirin di sana sempitnya sekitar 7 inci atau 18 cm dan letaknya 300 kaki atau 91 meter di bawah Homo naledi yang ditemukan berusia sekitar 236-335 ribu tahun. Maka, lebih tua dari penguburan di gua Qafzeh, Israel yang berusia 92 ribu tahun dan kerap disebut sebagai penguburan manusia tertua di Homo naledi pertama digali sekitar 10 tahun lalu di jejaring gua Rising Star, barat laut Johannesburg, Afrika Selatan. Penemuan ini menunjukkan bahwa gua masih memiliki banyak hal lagi untuk dikuak, guna mempelajari evolusi manusia, kata Hawk."Kita harus mempelajari setiap detail tersembunyinya sekarang," kata dia."Seluruh sistem gua ini bisa jadi adalah bagian dari sebuah lokasi adat," imbuhnya. Simak Video "Mengintip Gua yang Dijadikan Tempat Tinggal Petani di Majalengka" [GambasVideo 20detik] nah/nwk
Morfologi SimakobuHabitat dan Penyebaran SimakobuStatus Konservasi Upaya PelestariannyaAuthor LindungiHutan Gambar 1. Simakobu Si Ekor Babi Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai ke Merauke memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat beragam dan khas. Begitu pula dengan pulau Sumatera, tepatnya di Kepulauan Mentawai yang indah dapat banyak direkomendasikan untuk dikunjungi saat ingin berwisata. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat ini memiliki empat pulau besar yang antara lain adalah Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Di kepulauan Mentawai ini, terdapat salah satu primata endemik yang jarang diketahui oleh masyarakat bernama simakobu. Terdengar asing bukan? Yuk, kenalan dengan primata simakobu ini! Morfologi Simakobu Simias concolor atau yang kemudian disebut dengan simakobu atau monyet ekor babi merupakan salah satu primata asli Indonesia yang termasuk dalam kelas mamalia atau hewan yang perkembangbiakannya dilakukan dengan beranak. Hewan ini pada mulanya ditemukan di Pulau Sipora, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan juga di Pulau Siberut, Kepulauan mentawai, Sumatera Barat. Secara morfologi, primata ini memiliki ciri-ciri berupa tubuh berukuran sekitar 50 cm yang berambut berwarna coklat kehitam-hitaman dengan rambut disekitar wajah yang berwarna kehitaman, memiliki berat badan sekitar 7-9 kilogram, serta lengan yang kuat dan ekor pendek yang panjangnya sekitar 15 cm. Primata mungil ini mempunyai ekor yang relatif mirip dengan ekor babi, hidungnya termasuk pesek yang terlihat seperti menghadap ke atas. Untuk membedakan antara yang jantan dan betina dapat dilakukan dengan melihat ukuran tubuhnya, dimana ukuran tubuh simakobu jantan dewasa cenderung lebih besar dibandingkan betina dewasa. Lalu dapat dibedakan dari gigi taringnya, simakobu jantan mempunyai taring yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan simakobu betina. Habitat dan Penyebaran Simakobu Gambar 2. Morfologi SImakobu Penuh Bulu Hitam Simakobu hidup di daerah lereng bukit baik di pedalaman pulau, hutan air payau, hutan air tawar, maupun di hutan hujan berdataran rendah. Hewan ini cenderung hidup dengan berkelompok yang relatif tidak begitu besar, biasanya dalam satu kelompok akan terdiri dari satu pejantan, anak-anak simakobu, dan satu atau lebih betina. Primata ini aktif beraktivitas pada siang hari dan mayoritas dari mereka akan menghabiskan waktunya di atas pohon. Makanan yang biasanya dikonsumsi oleh hewan ini adalah bunga, buah-buahan dan dedaunan. Simakobu termasuk sebagai spesies monolitik yaitu spesies yang hanya ada satu jenis primata saja pada tingkat genusnya tidak mempunyai saudara marga. Sedangkan pada tingkat subspesies, primata ini memiliki dua sub spesies yaitu Simias concolorconcolor dan Simias concolorsiberu. Berdasarkan penyebaran wilayah tinggalnya, sub spesies Simias concolor akan banyak ditemukan di pulau Pagai Selatan, Sipora, dan pulau Pagai Utara. Sedangkan sub spesies Simias concolorsiberu banyak ditemukan di Pulau Siberut. Status Konservasi Simakobu atau monyet ekor babi pig tailed langur ini ternyata merupakan salah satu primata terlangka di Indonesia menurut Primate Specialist Group IUCN Species Survival Commission bekerjasama dengan International Primatological Society & Conservation International, dimana simakobu termasuk dalam 25 Primata Paling Terancam di Dunia The Worldâs 25 Most Endangered Primates. Hal ini terjadi sesuai dengan kenyataan bahwa populasinya pada 10 tahun terakhir ini telah menurun hingga 80% dengan populasi yang masih ada kurang dari individu saja. Penurunan populasi monyet ekor babi atau simakobu ini tidak lain disebabkan oleh adanya perburuan liar dan rusaknya habitat tempat tinggalnya akibat terjadinya pembukaan lahan hutan serta deforestasi wilayah setempat untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Upaya Pelestariannya Gambar 3. Aktivitas Simakobu di Pepohonan Simakobu telah dilindungi oleh hukum Indonesia yaitu melalui Peraturan Perlindungan Binatang Liar No. 266 Tahun 1931, SK Menteri Kehutanan 10 Juni 1991 No. 30/Kpts-TT/1991. Upaya pelestarian atau konservasi telah dilakukan oleh Balai Taman Nasional Siberut dengan membuat kawasan Taman Nasional seluas hektar yang ekosistemnya sebagian besar didominasi oleh hutan primer yang relatif masih baik bagi pelestarian primata mentawai yaitu simakobu ini. Hal serupa juga telah dilakukan oleh UNESCO yaitu dengan menetapkan kawasan Taman Nasional Siberut sebagai zona inti dari cagar biosfer Siberut. Pada bulan Juli 2017 dan bulan Maret-April 2018 lalu, Taman Safari Indonesia TSI melakukan kerjasama dengan Conservation Planning Specialists Group CPSG, Institut Pertanian Bogor IPB, Taman Nasional Siberut, dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup KKLH guna melakukan survei terkait identifikasi tingkat populasi primata-primata di Kepulauan Mentawai. Dilanjutkan pada Oktober 2018, TSI dengan CPSG Indonesia dan beberapa organisasi lainnya mengadakan sebuah seminar atau workshop guna mengedukasi rencana konservasi primata endemik Kepulauan Mentawai tersebut yang akan dilaksanakan untuk mencegah kepunahan dan melestarikan fauna yang sudah terancam punah itu. Upaya konservasi lain yang juga dapat dilakukan oleh masyarakat secara individu adalah dengan ikut dalam gerakan-gerakan konservasi yang diselenggarakan oleh LSM maupun lembaga pemerintahan baik dengan terjun langsung maupun dengan ikut menyuarakannya di sosial media. Hal ini akan sangat baik karena dapat meningkatkan kepekaan masyarakat akan alam dan makhluk hidup yang tinggal didalamnya, hanya dengan membuat mereka melihat dan mengenal apa yang sedang terjadi melalui berita/sosial media/tindakan kita mulai dari diri sendiri untuk mengajak orang lain peduli dan peka akan alam serta makhluk hidup didalamnya!Ads Penulis Ivena Christie Referensi Literatur âSimakobu Si Primata Eksotis Mentawai. Retrieved on February 17, 2021, from PesonaSimakobu, Primata Terlangka di Indonesia. Retrieved on February 17, 2021, from Monyet Ekor Babi Khas Mentawai. Retrieved on February 17, 2021, from Primata Tak Bersaudara. Retrieved on February 17, 2021, from Inilah Empat Primata Endemik Kepulauan Mentawai. Apa Keunikannya?. Retrieved on February 17, 2021, from Konservasi Primata Endemik Kepulauan Mentawai. Retrieved on February 17, 2021, from Referensi Gambar [1] [2] [3] merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu! Author LindungiHutan LindungiHutan merupakan platform crowdsourcing penggalangan dana online untuk konservasi hutan dan lingkungan. LindungiHutan memiliki beberapa layanan dengan tujuan Bersama Menghijaukan Indonesiaâ.
Padang - Pulau Siberut merupakan pulau terbesar di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, selain Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Para ahli menyebut Kepulauan Mentawai sebagai Galapagos Asia karena mirip dengan Kepulauan Galapagos di Samudra Pasifik yang memiliki kekayaan keragaman Siberut bersama rangkaian pulau-pulau lainnya di Kepulauan Mentawai mempunyai sejarah geologis yang unik. Laporan penelitian World Wildlife Fund atau WWF berjudul 'Saving Siberut A Conservation Master Plan' pada 1980 menyebutkan, selama zaman Pleistocene atau Zaman Es, kira-kira satu juta hingga 10 ribu tahun silam, permukaan laut di kawasan Asia Tenggara lebih rendah 200 meter dari menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan Benua Asia. Saat itu terjadi perpindahan bebas berbagai jenis satwa. Tak heran terdapat persamaan fauna di tiga pulau besar tersebut. Hanya pulau-pulau di Kepulauan Mentawai yang terpisah dari daratan Pulau Sumatera saat pulau lain masih menyatu pada masa Pleistocene sikerei ahli pengobatan Mentawai di Simatalu. TEMPO FebriantiAhli biodiversiti yang juga mantan Deputi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI Bidang Ilmu Hayati, Endang Sukara mengatakan Kepuluan Mentawai sangat unik karena terpisah dengan Sumatera daratan hampir satu juta tahun lalu. "Dari Simelue sampai Enggano, semua pulau itu telah rusak ekosistemnya, tinggal Siberut masih bagus karena keunikan flora dan fauna serta tradisi dan kearifan masyarakatnya," kata Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization atau UNESCO melalui program Man and Biosfer menetapkan Pulau Siberut sebagai Cagar Biosfer pada 1981. Status Cagar Biosfer ini disematkan karena ekosistem Pulau Siberut mempunya flora dan fauna langka serta primata endemik terbesar di dunia karena terisolasi jutaan tahun dari daratan pulau Mentawai yang diperkirakan masih asri sejak 500 ribu tahun silam menyebabkan flora-faunanya terpelihara dari perubahan evolusi dinamis, seperti yang terjadi pada lempengan daratan Sunda lainnya, seperti di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Keterpisahan tersebut menyebabkan Kepulauan Mentawai memiliki keunikan flora dan fauna yang berbeda dari pulau lain di Primata endemik bilou atau Hylobates closii di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. TEMPO FebriantiSekitar 65 persen dari 31 spesies hewan dan 15 persen dari 896 spesies tumbuhan di Pulau Siberut adalah endemik. Yang teristimewa adalah empat primata endemik, yaitu bokkoi Macaca siberu, joja atau lutung mentawai Presbytis potenziani siberu, bilou Hylobates closii, dan simakobu Nasalis concolor siberu.Ahli primata dari Jurusan Biologi Universitas Andalas, Padang, Rizaldi mengatakan bilou sangat tergantung pada tegakan pohon yang paling tinggi, karena tidak pernah turun ke lantai hutan seperti tiga primata lainnya. Bilou hanya memakan buah, terutama buah ara. Sedangkan simakobu juga tinggal di pohon yang tinggi, memakan buah dan daun. Tidak seperti joja dan bokoi yang pilihan makanannya lebih banyak dan bisa turun ke lantai hutan."Kepulauan Mentawai adalah daerah terkecil dan terendemik di dunia, karena untuk ukuran pulau-pulau yang kecil memiliki empat primata endemik," kata Rizaldi. "Kalau primata itu habis, ya punah. Tidak bisa kita temukan lagi di belahan dunia lain."FEBRIANTI*Liputan ini atas dukungan Rainforest Journalism Fund yang bekerja sama dengan Pulitzer Center.
berikut yang bukan spesies endemik kepulauan mentawai adalah