A Sejarah Musik Keroncong di Indonesia. Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. 1 Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya. 2. 2 Periode Musik Masa Orde Lama ( th 1950 - 1967 ) Perkembangan seni musik pada masa-masa setelah kemerdekaan mulai menampakkan kesuburan, yang ditandai dengan munculnya pencipta-pencipta lagu. Mereka tidak lagi menulis lagu-lagu yang bertema perjuangan, tetapi sudah mulai menggarap tema-tema lain yang bersifat lebih pribadi khususnya tema Nilaiseni rupa Indonesia begitu kaya dan tinggi sehingga bisa dibandingkan dengan seni klasik negara berkembang. Musik adalah salah satu seni dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia Musik Indonesia berkembang, dan Hindu berkembang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seni musik telah melewati batas bahasa dan budaya. Untuk lebih memahami perkembangan musik Indonesia, yuk simak ulasannya Padamasa klasik Hindu-Budha gambar rajahan mengalami perubahan dengan munculnya perupaan tokoh-tokoh pewayangan dan digambarkan dalam bentuk anatomis seperti yang terlihat pada relief-relief candi. Pada masa Islam di wilayah Nusantara, gambar rajahan cenderung lebih abstrak dan memunculkan kaligrafi Arab, hal itu berkembang sampai sekarang. PerkembanganIndonesia pada Masa Sekarang. 20 Februari 2018 07:36 Diperbarui: 20 Februari 2018 08:25 16119 0 0. +. Lihat foto. Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona. Indonesia saat ini telah mengalami perubahan-perubahan yang sangat pesat, baik itu perubahan kecil maupun perubahan besar, baik pula perubahan itu dilihat dari LrBP. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. By Fajar Aldi MahendraBerbicara mengenai musik pastinya terdapat perbedaan di setiap zamannya . Semakin banyak genre musik di zaman modern ini dibandingkan pada music zaman dahulu apalagi dengan dibantunya teknologi yang berkembang sangat pesat . Mengingat perkembangan musik zaman dahulu di Indonesia jumlahnya belum terlalu banyak tapi dari masa ke masa dengan digandrungi beberapa kondisi baik social maupun politik pada masa dahulu dapat mempengaruhi warna-warni musik musik pada zaman dahulu diindonesia yaitu Orkes Keroncong yang dibawa oleh budaya Tiongkok ada tahun 1900-an kemudian Lenso pada tahun 1964 , Rock Psikedelik pada masa orde lama dan Pop Kreatif di masa 80-an. Mulai Dekade selanjutnya, genre music makin melesat Pop semakin meroket dan munculnya genre baru yaitu musik elektronika atau music yang dibuat melalui teknologi computer dan masuknya budaya barat seperti Electo Dance Music , Trap , Dubstep , Tropical & Progressive Dance Music yang hingga saat ini selalu digemari banyak remaja diindonesia. Salah satu musisi legendaris Indonesia yang terkenal dengan lagu-lagunya di era-70an seperti Bujangan , Muda-Mudi , Kembali ke Jakarta yaitu Koesroyo Koeswoyo pemain bass dan backing vocal Koes Plus serta Koes Bersaudara. Lagu-lagunya kini masih popular dan masih diperdengarkan banyak orang diseluruh Indonesia , 24 album telah diliris. “Musik di zaman dahulu itu yang bermain orang bukan musik , orang yang main musik bukan musik yang mainin orang” jawab beliau. Kita harus berlomba-lomba untuk menunjukan kemampuan dalam bermusik karena diera digital ini siapapun bisa menghasilkan musik . Tapi dengan hal tersebut tidak ada nada jiwannya karena yang bermain alat bukan kita yang bermain music. Tentunya music dizaman dahulu dan zaman sekarang sudah berkembang mengikuti tren. Zaman dahulu orang ingin bermain music begitu susah karena alat-alat yang digunakan seadanya. Namun pada zaman modern ini music begitu mudah dimainkan , siapa pun bisa membuat dan memainkan musik apalagi dibantu dengan perkembangan teknologi yang maju setiap mempengaruhi teknologi membuat pengaruh pada musik , karena dengan teknologi sekarang ini memudahkan orang untuk bisa berkarya khususnya dibidang musik . dengan memodalkan satu computer , microphone recorder dan sedikit berjiwa seni , orang tidak perlu dua kali berfikir untuk membuat beat-beat berdasarkan genre yang mereka hanya itu saja dengan teknologi kini para perusahaan musik berlomba-lomba membuat software pembuat musik seperti software Fruit Loops Studio , Sony Acid , Ableton dll. Dengan bermacam-macam fitur yang mereka kembangkan membuat siapaun penggunanya tidak pusing untuk belajar baik secara individual atau grup , sangat beruntung bagi mereka yang belum bisa bermain dan memegang alat music seperti gitar , drum , saxophone , biola dll. Mereka hanya butuh menekan keyboard untuk membuat sebuah not balok dan beat-beat yang dibantu dengan imajinasi mereka . Para musisi Indonesia pun mulai mengikuti trend ini bahkan menjadi salah satu bahan pendidikan. Kini Software music pun semakin banyak jenis-jenisnya baik untuk rekaman , maker-edit dan effect. Jadi tidak ada salahnya kita untuk mempelajarinya. Lihat Lyfe Selengkapnya - Pada dasarnya, musik sudah ada sejak zaman purbakala dan digunakan sebagai alat pengiring upacara kepercayaan. Namun pada abad pertengahan, terjadi perubahan besar pada sejarah musik karena keadaan dunia yang juga mengalami perubahan. Sejak saat itu, musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi juga untuk urusan duniawi. Berikut ini beberapa perubahan musik pada setiap periode yang memiliki gaya tertentu secara signifikan dan berkontribusi sampai era sekarang 1. Zaman Romantik sekitar 1810-1890 Pada era ini, musik lebih mementingkan perasaan yang subyektif. Musik tidak hanya untuk keindahan nada, tetapi juga untuk mengungkapkan perasaan. Oleh karena itu, dinamika dan tempo banyak pada zaman romantik adalah Ludwig Von Bethoven dari Jerman. Hasil ciptaannya antara lain 5 buah sonata cello dan piano, 9 buah simfoni, dan 32 sonata piano. Franz Peter Schubert dari Wina. Hasil ciptaannya antara lain Tannhauser, Die Maistersinger Von Hurberg, Lohengrin, Der Fliegende Holander. Ia mempunyai suara merdu dan menjadi penyayi paduan suara Imperial Choir. Kemudian ia memperdalam pengetahuan musiknya di bidang komposisi. Dia meninggalkan 100 buah hasil karyanya, kebanyakan lagu-lagu solo. Francois Fredrick Chopin dari Polandia. Hasil ciptaannya ialah Hungarian Dance, Muskoor Ein Deusches Requiem, Kuartet gesek. Pada usia 14 tahun ia sudah menjadi pianis dan merupakan seorang komponis terakhir dari aliran Romantik. Robert Alexander Schumann dari Jerman. Johanes Brahms dari Hamburg Jerman. Di masa ini, musik mendapat perhatian cukup baik dari berbagai kalangan, termasuk para filsuf. Musik mulai dianggap sebagai bidang yang cukup penting, bahkan pada masa-masa berikutnya. 2. Zaman Peralihan sekitar 1880-1920 Musik jaman peralihan modern diawali dari munculnya aliran musik impresionis, ekspresionisme, dan eksperimental. Gaya musik ini menekankan pada timbulnya kesan yang kuat bagi pendengar. Claude Achille Debussy adalah pelopor aliran musik impresionisme, sistem tonal tidak hanya nada-nada diatonis saja, tetapi memasukkan nada-nada pentaonis, dan memilih bentuk ansambel kecil untuk masuk ke nada pentatonis yang tidak lazim dalam eksperimen musiknya, musik zaman ini memberikan suasana menarik dan eksotis. Ia merupakan salah satu komposer paling berpengaruh pada akhir abad ke-19 dan awal abad Zaman Modern sekitar 1900-1950 Musik modern adalah musik yang sudah mendapat sentuhan teknologi dari segi instrumen maupun penyajian, bersifat universal serta menyeluruh sehingga semua orang bisa saja mengerti, memahami, dan menikmati musik modern tersebut. Tentang perkembangan musik sekitar tahun 1940an sampai tahun 1960an, selain aliran musik eksperimental, kehadiran teknologi saat itu memberi pengaruh kuat dalam perkembangan musik yang dituliskan oleh Tim Rutherford-Johnson dalam bukunya “Music After The Fall, Modern Composition and Culture Since 1989”, bahwa perkembangan teknologi, sosial, dan politik dapat memberikan inspirasi kepada kesenian dengan dua cara, yaitu dapat memfasilitasi atau menginspirasi mereka. Namun musik zaman ini tidak mengakui adanya hukum dan peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan di bidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas. Komponis-komponis pada Zaman Modern Claude Achille Debussy dari Prancis Bella Bartok dari Honggaria. Maurice Ravel dari Prancis. Igor Fedorovinsky dari Rusia Edward Benyamin Britten dari Inggris. 4. Zaman Kontemporer sekitar 1950-1995 Perkembangan musik kontemporer saat ini adalah hasil evolusi puluhan tahun dari musik masa kini sejak awal abad ke-20 musik ini, Dieter Mack justru mengatakan fakta di mana karya dari Maurice Ravel “Frontispice” untuk 2 piano dan 5 tangan yang diciptakan pada tahun 1918, misalnya memperlihatkan perkembangan “radikal” bahasa musik seperti penggunaan poliritme yang kompleks dan permainan warna yang tidak tersebut sudah terjadi pada aliran Futurisme sekitar tahun 1913 yang digawangi oleh Luigi Russolo dan kawan-kawan, di mana emansipasi noise sudah ada pada aliran ini. Mereka sangat “memuliakan” mesin dan bahkan membuat alat yang dapat memproduksi juga Pengertian Seni Musik menurut Para Ahli Jamalus, Red, dan Sidnell Mengenal Pentatonis Tangga Nada yang Biasa Dipakai Musik Daerah Elektrofon Alat Musik yang Sumber Bunyinya Menggunakan Listrik - Pendidikan Kontributor Olivia RianjaniPenulis Olivia RianjaniEditor Dhita Koesno - Renaisans adalah periode pembaruan dalam peradaban Eropa yang terjadi antara abad ke-16 sampai ke-17. Pada masa ini, peradaban Eropa 'terlahir kembali' atau bangkit, setelah mengalami kemunduran pada Abad Pertengahan 500-1500, yang disebut masa kegelapan Dark Ages.Masa kemunduran itu disebabkan oleh wabah penyakit, dominasi agama dan gereja, serta pembatasan berpikir dan bersosialiasasi. Era Renaisans mencapai puncaknya setelah meluasnya paham sekulerisme, individualisme, dan humanisme, yang memengaruhi masyarakat Eropa agar tidak lagi terkekang oleh dominasi gereja dan doktrin agama. Hal itu menyebabkan perubahan serta memunculkan banyak penemuan baru dalam berbagai bidang, salah satunya adalah satu kesenian yang berkembang di era Renaisans adalah seni musik. Berikut ini sejarah musik zaman Renaisans. Baca juga Zaman Renaisans, Kelahiran Kembali Peradaban dan Kebudayaan Eropa Musik Renaisans Seni musik berkembang di Eropa sejak Abad Pertengahan, tepatnya pada abad ke-9. Musik yang dibuat dan berasal dari tradisi yang berkembang di dunia Barat disebut musik klasik. Pada zaman itu, kebanyakan musik yang berkembang adalah musik gereja, atau musik untuk keperluan keagamaan. Musik untuk keperluan hiburan sudah ada, tetapi tidak sebanyak musik-musik keagamaan. Memasuki era Renaisans, seni musik di Eropa mengalami perkembangan pesat. ada di mana-mana, mulai dari angkutan umum hingga hajatan tetangga Anda. Musik populer khas Nusantara ini bisa diterima banyak kalangan karena iramanya yang khas, walau belakangan ini liriknya selalu menggambarkan cinta serong yang menyedihkan. Saking populernya, dangdut memiliki kontes bermusik sendiri seperti Liga Dangdut yang pesertanya bahkan tak hanya dari Indonesia. Dangdut terus berkembang dari masa ke masa dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, tersentuh dengan budaya rok, musik elektronik EDM untuk menciptakan sub-genre baru, dan dikenal di tingkat global berkat TikTok. Bagaimana sejarah perkembangan dangdut bisa lahir? Edhi Susilo dari Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia ISI, Yogyakarta, dalam buku Sejarah dan perkembangan musik dangdutbahwa dangdut berawal dari musik Melayu. Awalnya, nuansa Melayunya sangat terasa sehingga lebih dikenal dengan orkes Melayu, tetapi perkembangan selanjutnya istilah Melayu ditinggalkan dengan dangdut yang lebih populer. Mengutip Ensiklopedi Musik Indonesia, istilah dangdut ini lebih populer dari penggunaan bahasanya pada 1970-an. Istilah ini diadopsi dengan meniru suara gendang dan ketipung yang menjadi perkusi dalam permainannya. Selain itu, gitaris 1960-an Billy Chung, menggunakan istilah dangdut sebagai ejekan terhadap corak musik Melayu yang menggunakan tablah seperti cara bermusik India. Namun, Melayu manakah yang menjadi akar musik dangdut? Susilo menulis, hal itu susah ditebak karena setiap kawasan Melayu, baik di Sumatra dan Semenanjung, memiliki keragaman cara bermusik. Irama Melayu Makalah di jurnal Sejarah dan Budaya yang diterbitkan 30 Desember 2021 oleh para peneliti yang dipimpin Derta Arjaya, alumni Pascasarjana Ilmu Sejarah di Universitas Gadjah Mada, menjabarkan bahwa ada tiga periode dangdut di Indonesia. Periode paling awal adalah irama Melayu atau irama Melayu Deli karena berakar pada musik tradisional Deli sekitar abad ke-19. Irama Deli ini kemudian berkembang pesat seiring digunakan dalam pementasan teater, tulis Derta dan tim, terutama setelah mendapat dukungan dari Sultan Deli dengan menggabungkan gaya sandiwara Penang. BPNB Kalimantan Barat Penampilan orkes Melayu. Gaya bermusik orkes Melayu melahirkan musik dangdut yang terus berkembang. “Lagu Melayu asli biasanya bertempo lambat—merupakan pengaruh dari Teater Bengsawan yang menampilkan adegan-adegan sedih yang disertai dengan lagu-lagu bernada sedih pula,” tulis mereka di makalah berjudul Dangdut Sebuah realita globalisasi kebudayaan Timur dan Barat. “Syair lagu Melayu pada umumnya berasal dari lirik-lirik pantun Melayu yang bernuansa sedih dan sayu. Hal ini cukup menarik untuk diperhatikan, karena pada era 90-an, lirik-lirik lagu dangdut di Indonesia banyak sekali bercerita tentang penderitaan seseorang.” Irama Melayu ini melahirkan ragam versi dari Malaysia, Sumatra Selatan, hingga versi Jakarta. Di Jakarta, percampurannya sangat kompleks berkat peleburan antar etnis sejak pertengahan abad ke-19. Irama ini menjadi kesenian Betawi yang diolah dari pengaruh perkembangan jaman yang berbeda dari daerah lain yang memengaruhinya. Serangan’ Bollywood dan rok Barat Dangdut makin berkembang pada periode 1950 hingga 1960-an ketika musik India menular ke Indonesia. Saat itu, Presiden Sukarno menunjukkan sikap tidak suka pada budaya Barat, sedangkan hubungan dengan India begitu erat lewat budaya yang dibanjiri produksi film dan musik. Periode ini mempopulerkan Elly Khadam, pedangdut pertama yang mengembangkan dangdut atau orkes Melayu dengan sentuhan irama India dan Arab dan penggunaan suling. Salah satu judul lagunya juga sangat terpengaruh lewat Boneka Cantik dari India, dan membuatnya sebagai tokoh sentral dangdut saat itu. Ketika Soeharto menjabat sebagai presiden, Indonesia jadi terbuka drastis pada 1970-an. Derta dan tim menulis, musik pun mengalami perkembangan dahsyat ketika Rhoma Irama dan Mansyur S. merevolusi dangdut. Wikimedia Rhoma Irama ketika memainfkan film Satria Bergitar 1984. Film itu memainkan beberapa musik dangdut Rhoma Irama yang mengandung pesan moral. Rhoma Irama dengan kelompok Soneta merombak syair dan isntrumen dangdut dengan gaya rok dan pesan-pesan optimis seperti dakwah sehingga “mereka mengusung predikat The Voice of Islam.”. Lagu rok ini diilahminya karena Rhoma sendiri penggemar rok seperti Hiper Tol dan Thom John. “Saya tidak mengambil beat musik rock, tetapi dinamis dari musik rock yang saya serap, sehingga lahirlah musik Soneta yang Barat bukan, India [juga] bukan,” ungkap Rhoma dalam makalah itu. Akibatnya, Grup Soneta dan Rhoma Irama menjadi konter terhadap musik rok yang marak dimana identiknya dengan hal-hal negatif seperti alkohol, seks bebas, dan narkoba. Tetapi, secara permainan pun juga berpengaruh dengan masuknya alat-alat listrik dalam pementasan lagu dangdut, sehingga sangat populer di kalangan masyarakat pada 1980-an. Funky Kota dan TikTok Perkembangan dangdut berkembang pada era 1990-an, di luar dari periode yang disebutkan Derta dan tim, lewat musik elektronik yang berkembang menjadi Funky Kota Funkot. Barakatak adalah kelompok musik yang jadi pionir peleburan ini yang membuat popularitas naik di kalangan masyarakat. Melansir Whiteboard Journal, ciri dangdut pada Barakatak sangat terasa di lagu Maju Maju Maju dan Musiknya Asyik. Bahkan pada AMI Award 2014, kelompok ini masuk dalam nominasi "Dangdut Kontemporer". "Musik-musik dangdut sekarang kan tidak murni dangdut, memakai alat-alat digital yang jenisnya seperti house music. Termasuk Barakatak, kami dari tahun 94 sudah awalnya begitu, semuanya mengikuti," ujar keempat personil Barakatak. "Musik dangdut sekarang sudah memakai alat musik digital, sehingga warnanya pun telah berubah." Tomi Wibisono/Whiteboard Journal Grup musik Barakatak adalah pelopor funky kota atau funkot dengan meleburkan musik elektronik dan dangdut. IndoClubbing mengidentifikasikan sub-genre dari funky kota dengan dangdut house yang kadang disebut breakbeat yang sangat berbeda dengan breakbeat Amerika Serikat, dan temponya yang lebih cepat. Kepopuleran funkot semakin melejit ketika TikTok menginvasi sehingga lagu-lagunya banyak dipakai pengguna agar bisa populer di FYP For Your Page. Salah satunya, pada 2020 artis Hollywood Terry Crews dan Howie Mandel di TikTok menggunakan lagu Bagaikan Langit milik Melly Goeslow yang telah diremix. Terkadang, funkot memiliki kontroversi karena mengambil sampel musik lain, di TikTok. Misalnya, musisi elektronik Mardial, telah berhasil membongkar musik lagu populer TikTok berjudul Aisyah Jatuh Cinta pada Jamila yang ternyata mengambil sampel Wrecking Ball karya Milley Cyrus. Baca Juga Sains Singkap Musik Viral Punya Kesamaan Pola dengan Penyebaran Virus PROMOTED CONTENT Video Pilihan Di Indonesia, musik menjadi salah satu ragam kesenian yang pertumbuhannya sangat pesat. Apabila mengingat kegunaannya, musik dikelompokkan menjadi tiga kelompok yakni musik seni, musik tradisional, dan musik modern. Tetapi, musik modern merupakan musik yang digemari masyarakat luas. Musik modern menjadi sangat populer di kalangan masyarakat awam karena memiliki komposisi yang jelas dibandingkan dengan musik klasik dan musik seni. Selain itu, instrumen musik modern lebih mudah dikenal dan dipelajari. Wajar saja jika musik yang digemari masyarakat luas ini tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat. Sejarah Awal Musik Modern Tumbuh dan Berkembang di Indonesia Melihat perkembangan musik yang digemari masyarakat luas ini begitu pesat di Indonesia, sebenarnya bukan tanpa memakan jangka waktu yang sangat lama. Jauh sebelum musik modern dikenal masyarakat Nusantara, tepatnya sebelum pengaruh Hindu-Buddha ada, musik digunakan untuk kegiatan ritual yang diyakini mempunyai efek magis. Begitu Hindu-Buddha berpengaruh di Indonesia, musik juga berfungsi sebagai sarana hiburan di berbagai kegiatan keistanaan. Mulailah musik-musik dengan iringan gamelan tumbuh dan berkembang di istana-istana kerajaan, terutama di daerah Jawa. Bahkan saat itu musik gamelan telahdikelompokkan ke dalam 5 kelompok. Lalu ketika pengaruh Islam masuk ke Indonesia, para pedagang Arab memperkenalkan alat-alat musik berupa rebana serta gambus. Proses itu pula yang melahirkan orkes-orkes gambus dan menjadikannya musik yang digemari masyarakat luas pada masanya. Sampai masa tersebut, Indonesia sudah memiliki 5 kelompok musik gamelan dan musik-musik gambus yang ternyata bertambah seiring terjadinya masa kolonialisme. Adanya bangsa Barat di Nusantara rupanya membawa pengaruh besar bagi pertumbuhan dan perkembangan musik di Indonesia. Sebagai para pendatang, mereka memperkenalkan berbagai jenis alat musik dari negara barat seperti ukulele, biola, gitar, cello, dll. Mereka juga mengenalkan solmisasi yang terdapat di dalam berbagai karya musik. Di masa inilah musik modern mulai mengalami perkembangan sebagai musik yang digemari masyarakat luas. Musik modern yang pertama kali diciptakan para musisi di Indonesia adalah musik keroncong, dimana sajian musik tersebut memadukan musik barat dan musik Indonesia. Kemudian seiring dengan berkembangnya media elektronik, berkembang pula genre musik populer seperti jazz, rock, pop, R&B, dan masih banyak lagi. Musik-musik dari negara India juga banyak dikenal masyarakat Indonesia lewat film-filmnya. Terjadilah sajian musik gabungan antara musik India dengan musik Melayu, yang kemudian dikenal masyarakat sebagai musik dangdut. Jenis-Jenis Musik Modern Musik modern atau musik yang digemari masyarakat luas saat ini memiliki beberapa genre yang dapat ditemui di berbagai penjuru dunia. Musik ini juga menjadi salah satu musik yang sesuai ketika didengarkan oleh banyak orang. Apa saja genre musik modern? Simak beberapa ulasannya berikut ini! Jazz Jazz merupakan salah satu musik yang digemari masyarakat luas. Sajian musiknya merupakan gabungan antara musik ragtime, blues, serta musik negara Eropa. Musik jenis ini memiliki subgenre seperti free jazz, swing, cool jazz, dan lain sebagainya. Blues Musik ini banyak mempengaruhi jenis musik pop, termasuk rock and roll dan country. Blues sendiri lahir di tengah penduduk Afro-Amerika namun berkembang pesat di Afrika Barat. Rhythm and Blues Meski lahir dan menyertakan nama blues, tetapi genre musik yang digemari masyarakat luas ini bukan musik jazz maupun blues. Musik ini adalah musik pop orang kulit hitam dari sekitar 1940 hingga tahun 1960. Gospel Lagu jenis gospel ini memiliki nuansa seperti musik rock n roll. Musik yang didominasi vokal dan sering mengambil tema Kistiani ini memiliki sejumlah subgenre diantaranya urban contemporary dan contemporary. Seiring dengan perkembangan musik yang digemari masyarakat luas, gospel memiliki artian luas dan menjadi musik bergenre rohani. Di negara Indonesia sendiri, gospel banyak dipopulerkan oleh sejumlah musisi layaknya True Worshippers. Rock Musik rock, atau yang biasa dikenal dengan istilah rock n roll merupakan bagian dari hampir semua musik yang digemari masyarakat luas. Musik genre ini pula yang mengantarkan The Beatles mulai populer dan dikenal khalayak ramai. Pada mulanya, rock n roll adalah gabungan dari berbagai genre musik dan diperkenalkan oleh musisi seperti Bill Haley, Buddy Holly, dan yang lainnya. Namun, setelah didengar banyak orang pada 1960-an, rock mengalami evolusi menjadi progressiverock setelah sebelumnya bernama psychedelic rock dan mengalami beberapa perubahan lain Di penghujung tahun 1970, genre musik punk rock berkembang dengan dibawakan oleh sejumlah kelompok semacam The Clash. Kemudian satu dekade berikutnya, musik yang digemari masyarakat luas ini mengalami perkembangan menjadi hardcore, underground, british rock, dan masih banyak lagi. Kendati musik modern lebih digemari banyak orang dan sebagian masyarakat kurang menyukai musik tradisional, ada baiknya jika musisi generasi penerus lebih memerhatikan musik-musik kedaerahan.

musik nusantara mengalami perkembangan yang lebih modern pada masa