Pergidan berjalan-jalan bersama. Tapi pernah kita jumpai permasalahan bahwa suami lebih mengutamakan teman-temannya dibandingkan dengan keluarganya sendiri. Di sini perlu kita pahami bahwa ada dua tipe laki-laki setelah menikah. Pertama, seseorang laku-laki yang jika telah menikah, ia melupakan keluarga dan teman-temannya.
Terlebihlagi jika salah satu pihak dalam keluarga lebih mementingkan materi dibantingkan dengan keutuhan keluarga. Hal ini juga yang terjadi pada sepasang suami istri di wilayah Zimunya, Provinisi
Assalamualaikumpak saya seorang istrisaya mau tanya.saya menikah dengan suami sudah hampir 3 tahun dan belum di karunia anak saya tinggal ber3 di rumah dengan anak suami berusia 18 tahun ‘dari pernikahan sebelumnya, selama ini saya merasa memaklumi suami tidak memberi saya nafkah,karena saya bekerja jadi kebutuhan rumah tangga saya
Punya! – bertindak balas banduan lebih ceria dan dihantar ke markas. Jadi mereka suka. Cinta bersemangat, tanpa mementingkan diri sendiri, untuk semangat haiwan. Dan kategori yang berasingan terdiri daripada orang-orang yang malang yang dinamakan dalam tajuk, yang kehidupan keluarganya dipecahkan oleh kesimpulan lain.
HukumIstri Lebih Mementingkan Keluarganya Daripada Suami - Ustadz Abu Yahya Badrussalam, LcIKUTI KAJIAN ISLAM TERBARU DENGAN CARA SUBSCRIBE / BERLANGGANAN**
Padasaat istri sudah selesai kuliah nanti, Anda dapat membicarakan lagi langkah kemungkinan tinggal di satu kota bersama istri. Jawaban Syariah. “Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya,” (QS. Al-Baqarah [2]: 228).
uo9h. Sebagai seorang istri, tentunya kamu ingin diutamakan oleh suamimu dalam berbagai macam hal. Namun, terkadang ada saja yang membuat suamimu justru lebih mengutamakan teman-temannya. Untuk menyentil suami yang lebih mementingkan teman daripada istri itu, kirimkan saja kata-kata sindiran yang kami siapkan di artikel memutuskan untuk berumah tangga, kamu dan suamimu seharusnya mengetahui apa yang menjadi prioritas utama. Namun, kalau suami lebih mementingkan teman-temannya daripada istri, tak ada salahnya kamu kirimkan kata-kata sindiran yang menyentil untuk mengirimkan kutipan tersebut, harapannya adalah agar ia dapat tersadar bahwa ia bukan lagi seorang bujangan. Jika ia tak mengubah perilakunya tersebut, bisa-bisa kehidupan rumah tangga kalian hanya akan dipenuhi oleh mengetahui apa saja kata-kata yang bisa dikirimkan untuk suami yang mementingkan teman daripada istri? Langsung saja simak ulasan yang telah kami siapkan di artikel ini!1. Pentingnya Keharmonisan Keluarga Urusan dengan teman, rekan kerja atau partner bisnis memang penting, namun adakah yang lebih penting daripada menjaga keharmonisan keluarga? Sikapmu terlalu berlebihan dalam mementingkan teman sehingga lupa bahwa kau memiliki istri dan anak yang perlu diperhatikan. Kata-kata yang satu ini cocok dijadikan sebagai sindiran untuk suami yang mementingkan teman daripada istri dan anak-anaknya. Tidakkah ia ingat bahwa ia kini telah memiliki keluarga yang harus dijaga keharmonisan dan kelanggengannya? 2. Mana yang Lebih Berarti Teman memang menjadikan kita lebih berarti dan merupakan tempat yang tepat untuk berkeluh kesah. Tapi tak bisakah mementingkan istrimu juga yang juga membutuhkan tempat bersandar. Keberadaan seorang teman dalam hidup seseorang itu memang penting, tapi bukan berarti seseorang sampai harus mengorbankan keluarganya. Karena bagaimanapun juga, keluarganya tentu juga membutuhkan keberadaannya di rumah. 3. Yang Akan Setia Menemani Hargailah istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu. Dahulukan istri daripada rekanmu karena ialah yang paling setia menemanimu di kala senang maupun susah. Sedang mencari caption yang bisa dijadikan sebagai pengingat untuk suami yang mementingkan teman daripada istri? Coba gunakan kutipan yang satu ini. Ingatkan bahwa ketika ia tengah dalam keadaan susah atau senang, kamulah yang selalu setia mendampinginya. 4. Bukan Hanya Barang Perhatian ke istri tidak hanya membelanjakan sesuatu yang disukainya. Tapi mencium ketika hendak pergi, memuji tentang keindahan istri dan tersenyum ketika berjumpa dengannya juga merupakan perhatian-perhatian yang seringkali dilupakan. Apakah suamimu adalah tipe pria yang mengira kalau ia bisa bebas menghabiskan waktu dengan temannya selama sudah memberimu hadiah? Padahal, selama ini yang kamu inginkan bukanlah harta, melainkan perhatian yang sepenuhnya. 5. Harus Berbagi Hidup itu harus saling berbagi, jangan egois dan maunya menang sendiri. Setelah memutuskan untuk menjalin rumah tangga, seharusnya kamu dan suamimu mulai saling berbagi. Memikirkan apa yang harus dilakukan berdua demi kelanggengan hubungan kalian. Bukannya seperti quote untuk suami yang satu ini, di mana ia lebih mementingkan teman daripada istri yang menantinya di rumah. Baca juga Kata Kata Ketenangan Hati dan Pikiran untuk Kamu yang Terlalu Keras Pada Diri Sendiri 6. Bukan Mahalnya Bantal Seberapa mahal harga sebuah bantal, tidak akan menggantikan tenang dan nyaman bahu seorang suami. Percuma memiliki barang-barang mahal yang dibeli demi membuatmu merasa nyaman. Karena bagaimanapun juga, tentu saja ketenangan dan kebahagiaan seorang istri itu akan lebih terasa jika ada suami yang selalu siaga. 7. Harus Mengalah Ada beberapa hal yang membuatmu harus mengalah, jangan keras kepala dan egois. Seperti yang disebutkan dalam quotes untuk suami yang mementingkan teman daripada istri sebelumnya, dalam hubungan rumah tangga itu diperlukan saling perhatian dan pengertian. Kalau perlu, kalian berdua harus mengalah pada hal-hal tertentu, seperti mengurangi waktu bersama teman-temannya. 8. Tidak Didengarkan Aku benci perasaan ketika aku berbicara dengan seseorang dan kemudian mengetahui jika ia tidak mendengarkan. Ketika sudah berhasil membuat suamimu tak lagi pergi dengan teman-temannya, kamu mungkin sudah mulai merasa lega. Namun, siapa sangka kalau ternyata selama berada di rumah, pikirannya masih saja terhubung dengan teman-temannya melalui gawai. Siapa yang tidak kesal kalau begitu? 9. Sudah Kuluangkan Waktu Bagian menyedihkan dari kenyataan ini adalah bahwa bahkan ketika aku mencoba meluangkan waktu hanya untukmu, kamu melupakan aku. Berdasarkan kutipan untuk suami ini, bagian tersedih dari pasangan yang mementingkan teman daripada istri itu bukanlah ketika kamu tidak diperhatikan. Yang paling menyedihkannya adalah ketika kamu sudah mencoba meluangkan waktu untuknya, tapi ia tak memberikan waktu yang sama untukmu. 10. Merasa Sendirian Hal terburuk dalam hidup ini adalah bersama orang-orang yang membuatmu merasa seolah-olah kamu sendirian. Karena suamimu lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya, tentu kamu jadi merasa kesepian di rumah. Padahal kalian sudah diikat oleh ikatan pernikahan yang penuh janji menjalani kehidupan sehidup dan semati. Tapi kenapa rasanya hanya kamu sendiri yang menjalaninya? Baca juga Kata-Kata Sindiran buat Istri Egois Sebagai Ungkapan Kekesalan 11. Siaga Suami siaga adalah yang siap antar ke mana-mana tanpa kata “nanti”, “sebentar” , atau “besok saja”. Setiap wanita pasti ingin memiliki pasangan siaga yang siap mengantar dan menjaga istrinya, begitu pula denganmu. Namun, kalau suamimu justru memilih untuk sibuk dengan temannya daripada mengurusmu, langsung saja kirimkan kata-kata untuk suami yang mementingkan teman daripada istri ini. 12. Merasa Iri Sebagai seorang istri, aku sangat iri dengan semua teman-teman yang bisa bersenang-senang bersamamu. Setelah menikah, kamu tentu berharap bisa semakin sering berduaan dan bersenang-senang dengan suamimu. Namun, apa daya rupanya ia justru lebih sering berpergian dengan temannya tanpa mengajakmu. Kamu pun hanya bisa menahan rasa iri dan cemburu di dalam dada. 13. Tak Terus Muda Jangan terlalu sibuk dengan teman-temanmu. Ketahuilah sayangku, aku tidak bisa terus muda, dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam hidup mereka. Kutipan yang satu ini bisa dijadikan sebagai sindiran untuk suami egois yang lebih mementingkan teman daripada istri. Ingatkan bahwa ia sudah memiliki anak-anak yang membutuhkan figur seorang ayah. Jangan sampai ia melewatkan masa kecil buah hati kalian yang berharga itu. 14. Jangan Sibuk Sendiri Suamiku, jangan jadikan kesibukanmu membuat kau melupakan istrimu yang menginginkan perhatianmu. Istri mana yang tidak menginginkan perhatian dari suaminya? Kamu pun tentu juga ingin menjadi satu-satunya yang diperhatikan oleh suamimu. Sayangnya, ia justru sibuk sendiri dengan teman-temannya seolah lupa sudah memiliki istri yang menantinya di rumah. 15. Tempat Bersandar Ketika aku bersandar di pundakmu, rasanya lebih nyaman dari suasana rumah. Engkau rumahku. Tapi sayang tempat bersandarku sedang jauh di sana. Cepatlah kembali, aku ingin bersandar lagi. Rasa sayang pada suami terkadang membuatmu merasa nyaman dan aman ketika ia berada di dekatmu. Karena terlalu sibuk bersama sahabatnya, kamu pun mulai kehilangan rasa nyaman itu. Kalau mencari sindiran untuk suami yang lebih mementingkan teman daripada istri itu, langsung saja kirimkan kata-kata yang satu ini. Baca juga Kata-Kata Sindiran buat Menyentil Orang yang Sok Benar dan Sok Bijak 16. Makna Senyum Ada dua arti ketika seseorang itu tersenyum, pertama tanda dia bahagia yang sesungguhnya. Kedua bisa jadi dia sebenarnya kecewa dan hancur namun senyumnya hanya sebuah pemanis saja. Banyak orang mungkin yang mengira kalau senyuman adalah tanda kebahagiaan. Padahal, seperti quotes mutiara untuk suami yang mementingkan teman dan menyakiti hati istri ini, terkadang senyum itu diperlihatkan untuk menutupi luka di dalam hati. Khususnya senyum para istri pada sang suami yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama sahabatnya. 17. Jangan Menguji Kesabaran Aku memang sering bersabar, namun alangkah baiknya jika kamu tidak menguji kesabaranku. Selama ini mungkin kamu diam saja setiap kali suamimu memilih untuk pergi bersama teman-temannya daripada menghabiskan waktu di rumah. Namun, diammu itu bukan berarti mengizinkannya pergi. Karena bagaimanapun juga, kesabaranmu itu ada batasnya. 18. Tidak Egois Suami yang baik itu tidak egois. Ada berbagai kriteria seorang suami yang baik. Salah satunya dijelaskan kutipan singkat yang satu ini, yaitu tidak egois. Termasuk di dalamnya adalah tidak mengutamakan kebersamaan bersama sahabat dibandingkan istrinya. 19. Tidak Marah Aku tidak marah ketika kamu berbohong. Tapi aku kesal pada diriku sendiri karena tidak lagi bisa mempercayaimu. Karena terlalu sering kamu protes perihal pergi bersama teman-temannya, ada kemungkinan lama kelamaan suamimu itu membohongimu. Berkata tidak pergi bersama sahabatnya, tapi nyatanya tetap saja mereka nongkrong bersama. Sebagai sindiran, kirimkan saja kata-kata untuk suami pembohong yang mementingkan teman daripada istri ini. 20. Saling Menghargai Betapa indahnya kalau kita saling menghargai dan mengerti. Jangan saling egois dan nggak peduli. Hubungan rumah tanggamu dan pasangan tidak akan berjalan jika masih ada yang egois. Sepatutnya, kalian saling memahami dan menyayangi demi mencapai masa depan yang lebih indah. Tidak lucu, kan, kalau akhirnya pernikahanmu berakhir karena keegoisan suamimu? Baca juga Kata-Kata Selamat Malam Lucu yang Bisa Diberikan buat Orang-Orang Terdekat 21. Berkorban Hidup tanpa pengorbanan adalah hidup yang egois dan tidak akan menghasilkan buah yang baik. Eleksio Pattiasina Untuk mewujudkan masa depan rumah tangga yang lebih indah, kamu dan suami harus mengorbankan sesuatu yang bisa membawa kebaikan untuk kalian berdua. Meskipun tidak disebutkan dalam caption bijak untuk suami yang mementingkan teman dan tidak menghargai istri ini, tapi tentu saja kamu berharap suamimu mengorbankan hubungannya dengan teman-temannya. 22. Kata Paling Menyedihkan Seandainya. Itu kata paling menyedihkan di dunia ini. Mercedes Lacke Apakah kata yang paling menyedihkan di dunia ini? Berdasarkan kata-kata sindiran untuk suami yang tidak bertanggung jawab dan mementingkan teman daripada istri ini, jawabannya adalah seandainya. Seandainya saja suamimu lebih bertanggung jawab, seandainya saja suamimu lebih mengutamakanmu, rumah tanggamu pasti lebih bahagia. 23. Di Balik Pria Hebat Di belakang setiap pria hebat terdapat wanita yang tengah memutar matanya. Jim Carrey Kamu mungkin pernah mendengar pujian untuk suamimu yang diucapkan oleh sahabat-sahabatnya. Tentang kehebatan dan kebaikannya yang membuatmu beruntung memiliki suami sepertinya. Padahal, di belakang layar kamu lebih sering merasa kesal karena suamimu lebih memilih nongkrong bersama teman-temannya dibandingkan memikirkan masa depannya bersamamu. 24. Pasti Membenci Jika aku memperlakukanmu seperti halnya kamu memperlakukanku, kamu pasti akan membenciku. Apakah suamimu pernah menyatakan ketidaksukaannya ketika kamu pergi bersama sahabatmu? Padahal dia sendiri sering pergi bersama teman-temannya sesuka hati. Jika iya, coba ungkapkan kekesalanmu itu menggunakan kutipan mutiara untuk suami yang kurang perhatian dan mementingkan teman daripada istri ini. Coba kalau kamu terus bepergian dengan temanmu, pasti dia sendiri akan marah-marah, kan? 25. Malam yang Indah Aku pernah memiliki malam yang sangat indah, tapi bukan malam ini. Groucho Marx Sebagai seorang istri, tentu kamu berharap dapat menghabiskan malam indah bersama suamimu tercinta. Tapi, kalau dia sendiri lebih memilih untuk asyik nongkrong bersama kawan-kawannya, kamu pun jadi merasa kesal. Malam indah yang kamu bayangkan pun akhirnya hancur berantakan. Baca juga Kumpulan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Orang Spesial sebagai Perwakilan Isi Hati Kata-Kata untuk Suami yang Mementingkan Teman daripada Istri Manakah yang Paling Menyentil? Setiap orang tentu mengharapkan rumah tangganya selalu dilimpahi kebahagiaan dan anugerah. Namun, terkadang ada saja cobaan yang mendatangi masing-masingnya. Ketika kamu menghadapi masalah suamimu yang lebih mementingkan sahabatnya, cobalah untuk membicarakan dengannya baik-baik. Kalau bisa, temukan solusi agar ia masih bisa berkumpul dengan temannya, tapi tetap mempedulikanmu. Dengan begitu, semoga saja rumah tangga kalian bisa berjalan dengan lebih baik dan penuh kebahagiaan. PenulisRizki AdindaRizki Adinda, adalah seorang penulis yang lebih banyak menulis kisah fiksi daripada non fiksi. Seorang lulusan Universitas Diponegoro yang banyak menghabiskan waktunya untuk membaca, menonton film, ngebucin Draco Malfoy, atau mendengarkan Mamamoo. Sebelumnya, perempuan yang mengklaim dirinya sebagai seorang Slytherin garis keras ini pernah bekerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris untuk anak berusia dua sampai tujuh tahun dan sangat mencintai dunia anak-anak hingga sekarang. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar.
– Apa hukum suami lebih mementingkan orang lain daripada istrinya? Hal ini masih menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat. Bahkan para ulama memiliki pendapat sendiri yang berbeda-beda. Namun hal itu tidak lepas dari tanggung jawab seorang suami. Sebagai seorang anak, suami tentunya memiliki kewajiban untuk berbakti kepada orangtuanya. Namun perlu digaris bawahi juga jika suami memiliki tanggungan yang harus diutamakan. Sebab istri dan anaknya menjadi tanggungan utama yang perlu dibahagiakan oleh suami. Ingatlah, istri meninggalkan keluarganya untuk berbakti kepada suami. Jadi selain suami berbakti kepada orangtua, istri harus diperhatikan dengan baik. Jangan menimbulkan rasa kecewa istri karena suami lebih mementingkan yang lain. Sesuai dengan pandangan hukum suami lebih mementingkan orang lain berikut Dalam keterangan HR Bukhari dan Muslim, hukum suami lebih mementingkan ibunya diperbolehkan. Hal ini senantiasa dengan perintah bakti yang harus dilakukan seorang anak kepada ibunya. Bahkan hal tersebut ditekankan sebanyak tiga kali. Dalam HR Ahmad, no. 7001 dikatakan boleh orang tua memakai harta anaknya. Ulama sepakat mewajibkan kedua orangtua dinafkahi anaknya dengan dua syarat. Orangtuanya miskin, dan anak mempunyai kelebihan nafkah setelah menafkahi keluarganya. Sedekah diutamakan kepada diri sendiri. Jika ada sisa, sedekahkan kepada keluarga. Jika masih ada, sedekahkan kepada kerabat. Ini juga bisa menjadi acuan untuk mendahulukan menafkahi istri dan anak sebelum memberikan bantuan nafkah untuk yang lain. Orangtua bisa memakai harta anaknya namun dengan syarat dan batasan. Disebutkan bahwa syaratnya adalah saat orangtua butuh, sedangkan batasannya tidak sampai merugikan dan membahayakan kepentingan anak. Meski harta anak bisa dipakai oleh orangtua bukan berarti hartanya menjadi milik orangtua. Poin ini bisa suami garis bawahi agar tidak ragu memperbolehkan harta dipakai orangtua. Dari sumber lain dikatakan harta anak tidak boleh diambil untuk diberikan pada anak yang lain. Anak laki-laki yang sudah dewasa sebaiknya diperintahkan untuk mandiri. Ini bisa melatih agar nantinya bisa menafkahi keluarga dengan baik. Dari HR Muslim no. 996 dikatakan berdosa bila seseorang meninggalkan kewajiban memberi nafkah pada orang di bawah tanggungannya. Ini merupakan ancaman serius terhadap suami yang melalaikan tanggung jawab menafkahi keluarganya. Sikap Istri yang Harus Diambil Menyadarkan orang akan kesalahannya bukan dihadapi dengan teguran keras. Bukannya mendapatkan kedamaian, biasanya malah berimbas pertengkaran dan saling menyalahkan. Gunakan beberapa sikap berikut 1. Pahami Kewajiban Suami yang Juga Merupakan Seorang Anak Istri yang baik pastinya menginginkan suami melakukan kewajibannya dengan baik. Ingat, sebelum menjadi suami, tadinya masih seorang anak. Dan identitas sebagai seorang anak akan selalu dibawa hingga akhir hayatnya. Terlebih, identitas laki-laki yang disandang. Sebagai istri yang berkewajiban menaati suami melebihi ketaatannya terhadap orangtua, pahami hal tersebut. Dukung suami dengan baik. Jadikan ini jalan untuk menjadi menantu yang berbakti kepada mertua. 2. Berkomunikasi dengan Suami Seperti yang sudah diketahui, komunikasi merupakan faktor penting dalam segala hubungan. Faktor ini juga merupakan hal yang paling penting dalam hubungan rumah tangga. Fondasi paling dasar yang melatarbelakangi hubungan. Istri secara terbuka mengatakan perasaannya dengan lembut, tanpa menghakimi. Berusahalah untuk tidak menyakiti dan terkesan menyalahkan suami. Tutur kata yang lembut bisa melelehkan keras kepala seseorang. 3. Jauhkan Diri dari Konflik dengan Saudaranya Keluarga dan saudara suami tidak akan lepas menjadi bagian dari hidupnya. Sekalipun sudah menikah, itu tidak akan berubah. Suami akan tetap membutuhkannya. Istri harus bisa memahaminya dan bersabar dengan hal tersebut. Jauhkan diri dari hal yang dapat menstimulasi istri berkonflik dan meledakkan emosi. Miliki keinginan untuk berbaur dan menjadi bagian dari keluarganya. Anggap keluarga dan saudaranya juga keluarga dan saudara istri. 4. Usahakan Tinggal Berpisah dengan Keluarga Lain Hindari tinggal satu atap bersama keluarga istri maupun keluarga suami. Hal ini bukan hanya dikarenakan gengsi semata, namun juga merupakan saran yang sangat dianjurkan. Tujuannya adalah menjadikan keluarga lebih mandiri. Baca Juga Mengenal Kisah Nabi Yunus Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat Dan Mengambil Hikmah Dari Peristiwa Yang Terjadi Baca Juga Istri Wajib Tahu! Inilah Hukum Membentak Suami Dalam Perspektif Agama Islam Baca Juga Hukum Sholat Subuh Kesiangan Menurut Sudut Pandang Pemuka Agama Tujuan lainnya yang paling utama adalah untuk menghindari adanya pergeseran masalah dengan yang lain. Hal sepele kadang menjadi masalah besar jika menyangkut orang lain. 5. Berikan Suami Perhatian Lebih Bisa saja ada alasan tertentu kenapa suami lebih menomorsatukan saudara dibandingkan istrinya. Mungkin karena perhatian saudaranya lebih besar dari pada perhatian istri. Cobalah memberikan suami perhatian lebih. Perhatian-perhatian kecil dapat membuat suami merasa sangat dimanjakan. Setelahnya, suami akan sadar bahwa ada istri yang harus diprioritaskan selain keluarganya. 6. Berikan Waktu Bersama Keluarganya untuk Suami Jangan terlalu banyak menuntut kepada suami. Tidak semua hal yang dimiliki punya istri. Waktu yang dipunya suami juga banyak terbagi, tidak sebatas semua dicurahkan untuk istri semata. Suami memerlukan waktu yang harus diluangkan untuk menenangkan pikiran, bekerja, teman-teman, hingga keluarganya. Istri harus memberikan dan pahami betul bahwa hal tersebut harus dilakukan. 7. Jangan Merasa Tersaingi Ingatlah jika suami boleh lebih mementingkan ibu daripada istrinya. Jangan menganggap mertua sebagai saingan istri. Lagi pula perhatian suami bukanlah perlombaan yang harus dimenangkan. Tempatkan diri dengan keluarganya dengan cara yang tepat. Keharmonisan rumah tangga akan terjaga saat istri bisa melakukannya dengan baik. Anggap ibu suami juga sebagai ibu istri. 8. Jangan Membenci Memperlihatkan jika istri tidak menyukai mertua tentu saja bukan hal yang baik. Hal tersebut akan semakin memperunyam masalah. Bukan hal yang tidak mungkin mertua serta ipar akan balik membenci istri. Memupuk rasa benci hanya akan memperpanjang masalah serta membuat hati tidak tenang. Hilangkan kebencian istri kepada keluarga suami. Hormati suami dan ingat selalu keluarganya adalah bagian dari diri suami yang harus istri terima dengan lapang dada. Itulah hukum suami lebih mementingkan orang lain dan sikap istri yang harus dilakukan. Jangan sampai istri kecewa saat suami lebih mementingkan keluarganya. Suami harus bersikap adil dan netral saat menghadapi istri yang merasa kurang diutamakan.
Ditulis oleh Siti NuryatiHubungan kuat yang terjalin antara suami dengan orang tua atau saudaranya adalah hal yang wajar. Karena orang tua lah yang membesarkannya dan ia juga juga tumbuh bersama saudara-saudaranya. Menjadi tidak wajar apabila suami lebih mendahulukan kepentingan keluarganya dibandingkan dengan istrinya. Terkadang suami tidak sadar bahwa prioritasnya telah berubah setelah menikah dan membangun rumah tangga. Anda lah sebagai seorang istri yang harus memberitahu dan menyikapi dengan sabar. Karena sejatinya sebagai seorang anak, sampai kapan pun harus tetap berbakti kepada orang tuanya. Setelah menikah, peran suami sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya harus tetap didahulukan. Bukan berarti orang tua dan keluarga suami tidak penting, namun ada batasan tertentu yang tetap harus dijaga oleh kedua belah pihak baik pihak istri maupun pihak keluarga suami. Sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius lagi, Anda harus mengetahui bagaimana cara menghadapi suami yang lebih mementingkan saudaranya dibandingkan dengan Anda sebagai istrinya. Nah, kali ini kami berikan ulasannya. Yuk simak bersama. 1. Komunikasikan dengan Suami Komunikasi memiliki peran sangat penting dalam membangun keharmonisan dalam rumah tangga. Dengan berkomunikasi pasangan cenderung menjadi lebih pengertian dan menghargai satu sama lain. Apabila ada satu hal yang tidak Anda sukai, maka sudah seharusnya Anda berterus terang kepada suami. Berbicaralah secara terbuka mengenai perasaan Anda. Jika memang Anda merasa suami lebih mementingkan keluarga atau saudaranya, ungkapkan padanya. Tidak menutup kemungkinan ia bisa sedikit berubah. 2. Hindari Konflik dengan Saudaranya Saat Anda menikah dengan pasangan, bukan hanya ia yang Anda nikahi. Namun Anda juga harus menjalin hubungan baik dengan keluarga suami dengan menganggap mereka sebagai keluarga Anda sendiri. Walaupun mungkin ada perasaan tidak suka atau kesal, yang paling harus Anda hindari adalah konflik. Sadarilah bahwa suami dan keluarganya adalah bagian dari kehidupan Anda dalam fase pernikahan. Sampai kapanpun suami akan tetap membutuhkan keluarganya sebagai support system di dalam kehidupannya. Yang Anda perlukan hanya kemauan untuk menjadi bagian dari keluarganya dan menempatkan diri sebagai anggota keluarganya. 3. Tidak Tinggal Satu Atap * sumber Setelah menikah, memang disarankan bagi pasangan suami istri untuk tinggal terpisah dari keluarganya. Hal ini ditujukan agar keduanya, baik istri atau suami menjadi lebih mandiri. Mereka bisa belajar bagaimana menjadi suami dan istri yang baik tanpa adanya campur tangan keluarga. Tinggal terpisah dari mertua atau keluarga suami juga merupakan salah satu upaya menghindari konflik. Karena ketika tinggal bersama mertua, Anda sebagai istri akan merasa selalu diawasi olehnya. Tak sedikit pula mertua yang ikut andil dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga anaknya. 4. Beri Perhatian Lebih * sumber Mungkin ada suatu alasan kenapa suami lebih mementingkan saudaranya dibandingkan dengan Anda sebagai istrinya. Bisa jadi ia kurang mendapatkan perhatian Anda, karena kesibukan Anda dalam pekerjaan atau perhatian Anda yang hanya terfokus pada anak-anak. Cobalah untuk memberi perhatian lebih kepada suami. Mulailah dari hal-hal kecil yang bisa membuat hatinya senang. Dengan harapan ia akan menyadari bahwa selain keluarganya, ia juga memiliki seorang istri yang harus menjadi prioritasnya. 5. Beri Suami Waktu Bersama Keluarganya * sumber Sejatinya tidak ada suami yang suka dengan istri yang terlalu banyak menuntut. Waktu yang ia miliki bukan sepenuhnya milik istrinya. Suami juga harus meluangkan waktu dan pikirannya untuk pekerjaan, teman-teman, dan keluarganya. Jangan hanya karena suami lebih perhatian terhadap keluarga atau saudara-saudaranya, lalu Anda melarang suami bertemu mereka. Cobalah bagi waktu kapan suami harus dirumah menemani Anda dan kapan suami bisa berkunjung ke rumah orang tua atau saudaranya. Jika Anda terlalu memaksakan kehendak, suami justru akan lebih sering menghabiskan waktu dengan mereka. 6. Hindari Emosi * sumber
– Hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya terus menjadi perbincangan. Memang, membangun bahtera rumah tangga tidaklah berarti melupakan orangtua dan kerabat. Semua hak ini tetap bisa diberikan, namun perlu juga bagi sang suami untuk memahami skala prioritas sehingga tidak menimbulkan permasalahan di keluarga. Di sisi lain, seorang istri hendaknya bisa mendukung suaminya untuk melakukan berbagai ketaatan kepada Allah SWT, termasuk berbakti kepada kedua orangtuanya birrul wâlidain –terutama ibunya- dan menyambung tali kekerabatan silaturahim. Di samping wajib memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya, seorang suami juga wajib untuk membantu menafkahi orangtuanya jika mereka membutuhkan. Ibnul Mundzir mengatakan, “Para Ulama sepakat tentang kewajiban menafkahi kedua orangtua yang tidak punya pekerjaan atau kekayaan dengan harta anak mereka.” Di antara dalil yang menjelaskannya adalah hadits berikut أَنَّ أَعْرَابِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ إِنَّ لِي مَالًا وَوَالِدًا، وَإِنَّ وَالِدِي يُرِيدُ أَنْ يَجْتَاحَ مَالِي؟ قَالَ ” أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ، إِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ، فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلَادِكُمْ Diriwayatkan bahwa seorang badui datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan, “Saya memiliki harta dan orangtua, dan ayah saya ingin menghabiskan harta saya.” Maka Nabi SAW menjawab, “Engkau dan hartamu boleh dipakai orangtuamu. Sesungguhnya, anak-anak kalian termasuk penghasilan terbaik, maka makanlah dari penghasilan anak-anak kalian.” [HR Ahmad, no. 7001. Hadits ini dihukumi shahih oleh Ahmad Syakir, al-Albani dan Syu’aib al-Arnauth rahimahumullah] Halaman 1 2
Jawaban Ustadzah Husna Hidayati, MHI Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh Setelah memasuki kehidupan rumah tangga, suami istri memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Keduanya sudah berpisah dengan kedua orang tua masing-masing dan sudah memiliki rumah tangga sendiri yang pemimpin dalam rumah tangga baru tersebut adalah suami. Seorang suami adalah pemimpin di dalam rumah tangga, bagi istri, juga bagi anak-anaknya. Allah SWT memberi keutamaan bagi laki-laki yang lebih besar daripada perempuan. Karena dialah yang berkewajiban memberi nafkah dan mendidik istri dan keluarganya. Allah SWT berfirman “Laki-laki suami itu pelindung bagi perempuan isteri, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka laki-laki atas sebagian yang lain perempuan, dan karena mereka laki-laki telah memberikan nafkah dan hartanya.” QS An-Nisaa’ 34. Meski suami maupun istri memiliki hak dan kewajiban, namun suami mempunyai kelebinan atas isterinya. Allah SWT berfirman “Dan mereka para perempuan memiliki hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang pantas. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana,. QS Al-Baqarah 228. Namun, ada beberapa istri yang belum memahami sepenuhnya atas hal tersebut, sehingga masih saja menomorsatukan keluarganya dibanding dengan suaminya hadits Nabi SAW “Tidak boleh seorang perempuan puasa sunnah sedangkan suaminya ada tidak safar kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya dan apabila ia mengintakan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.” Sebagaimana hadist Nabi SAW tentang keutamaan suami di atas, maka seorang istri yang lebih mementingkan keluarganya daripada suaminya harus diberi pengertian dan kefahaman bahwa yang demikian itu tidak dibolehkan dan hukumnya menjadi haram. Syeikhul Islam lbnu Taimiyyah mengatakan “Seorang perempuan Jika telah menikah, maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua.” Majmu’ Fatawa 32/261. Menurut Alquran dan hadits, istri yang salehah adalah ia yang mentaati perkataan suami. Suami merupakan imam dan pemimpin bagi wanita yang telah menikah. Dalam surat An Nisa ayat 34, Allah berfirman, “Kaum laki-laki itu pemimpin wanita. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka laki-laki atas Sebagian yang lain wanita dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan harta mereka. Maka wanita yang salehah ialah mereka yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada menurut apa yang Allah kehendaki. Tentunya yang harus diikuti adalah aturan ataupun nasihat yang sejalan dengan apa yang sudah diajarkan dan diperintahkan Allah SWT. Mentaati apa yang disampaikan dan diperintahkan suami bukan semata-mata karena dia adalah suami, melainkan, Karena memang diperintah pula oleh Allah sama seperti kewajiban kewajiban yang lain sebelumnya, ketaatan ini harus hadir atas dasar karena Allah SWT. Dalam ayat yang sama surah annisa ayat 34, Allah berfirman, “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar”. Kewajiban mentaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orang tua. Syekh Kamil Muhammad Uwaidah dalam buku Al Jami fi Fiqh An Nisaa mengatakan seorang perempuan, sebagaimana laki-laki, mempunyai kewajiban sama berbakti terhadap orangtua. Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menguatkan hal itu. Penghormatan terhadap ibu dan ayah sangat ditekankan oleh Rasulullah. Masih tentang hadits tersebut, Imam Nawawi mengatakan, hadis yang disepakati kesahihannya itu memerintahkan agar senantiasa berbuat baik kepada kaum kerabat. Dan, yang paling berhak mendapatkannya adalah ibu, lalu bapak, kemudian disusul kerabat lainnya. Namun, menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Muashirah mengatakan bahwa memang benar, taat kepada orang tua bagi seorang perempuan hukumnya wajib. Tetapi, kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri diharuskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Selama ketaatan itu masih berada di koridor syariat dan tidak melanggar perintah agama. Allah SWT berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kKaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita”. QS an-Nisaa’ [4] 34. Meski demikian, kewajiban menaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orangtua atau mendurhakai mereka. Seorang suami dituntut mampu menjaga hubungan baik antara istri dan keluarganya. Ikhtiar itu kini tentunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi bisa diupayakan sangat mudah. Menyambung komunikasi dan hubungan istri dan keluarga bisa lewat telepon, misalnya. Tidak harus terus menerus mengunjungi dan berada di rumah orangyuanya sampai meninggalkan suaminya. Hukum istri lebih mementingkan keluarganya daripada suami akan tergambar dalam ketaatan istri kepada suami. Sebab, setelah wali perempuan isteri menyerahkan kepada suami, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi, setelah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana hadist Nabi SAW tentang keutamaan suami di atas, maka seorang istri yang lebih mementingkan keluarganya daripada suami tidak dibolehkan dan hukumnya menjadi haram. Syeikhul Islam lbnu Taimiyyah mengatakan “Seorang perempuan jika telah menikah, maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua.” Majmu’ Fatawa 32/261. Syekh Kamil Muhammad Uwaidah dalam buku Al Jami fi Fiqh An Nisaa mengatakan, seorang perempuan sebagaimana laki-laki, mempunyai kewajiban sama berbakti terhadap orangtua. Penghormatan terhadap ibu dan ayah sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. Namun, menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Mushirah menerangkan bahwa kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri dinaruskan lebih mengutamakan taat kepada suami. Saat taat pada suami, istri juga akan diberi pahala surga. Rasulullah SAW bersabda “Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya”. Kranya akan lebih bijak jika istri anda ajak bicara dari hati kehati dan jelaskan keutamaan-keutamaan yang harus dilakukan oleh seorang perempuan istri setelah dia sudah menikah dan hidup bersama dalam rumah suaminya. Semoga hal yang terjadi selama ini adalah hanya karena kekurang fahaman istri anda terhadap hak dan kewajibannya yang harus ditunaikan. InsyaAllah jika sudah diberi pemahaman, ia akan berubah lebih baik dan mentaati suaminya. Wallaahu Alam.
istri lebih mementingkan keluarganya daripada suami